Bahaya Mendengkur

ngorok

Mendengkur (snoring ) merupakan kebiasaan yang menjadi masalah umum bagi banyak orang. Kebiasaan ini mungkin juga terjadi pada Anda atau rekan tidur Anda sejak lama sehingga Anda tidak ingat lagi sejak kapan dan apa yang menyebabkan kebiasaan itu. Padahal, kebiasaan mendengkur saat tidur dapat membawa dampak yang cukup buruk bagi kesehatan. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu.

Penyebab dari Tidur Mendengkur

Pada dasarnya,tidur mendengkur disebabkan oleh jalan napas yang terhambat. Misalnya adalah ketika lidah menyinggung langit-langit mulut dan menyebabkan getaran udara. Getaran udara inilah yang menghasilkan suara dengkuran. Terhambatnya jalan napas ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Obesitas : Menumpuknya lemak pada dinding tenggorokan akan menyebabkan saluran napas menyempit. Sehingga, udara yang melewatinya akan bergetar dan menimbulkan suara dengkuran
  • Rokok : Racun dalam rokok akan mengurangi elastisitas sel-sel tubuh Anda. Sehingga, pada saat tidur, mulut dan tenggorokan Anda akan sulit untuk menyesuaikan bentuknya dengan posisi Anda.
  • Alkohol dan Caffein : Alkohol dapat menyebabkan iritasi pada jaringan-jaringan napas dan mengganggu sirkulasi udara yang masuk ke tubuh. Caffein juga bisa mengakibatkan hal yang sama, walaupun efeknya tidak separah alkohol.
  • Salah Posisi Tidur : Beberapa orang memiliki sitem pernapasan yang sensitif. Posisi tidur yang salah akan bisa mengakibatkannya mendengkur. Biasanya, orang mendengkur jika tidur dalam posisi terlentang. Hal ini terjadi karena, pada saat tidur terlentang, ada kemungkinan bagi lidah untuk terjatuh dan menutupi saluran napas.
  • Kurang Tidur : Beberapa orang, terutama orang dewasa, seringkali harus bekerja berjam-jam hingga larut malam. Setelah itu, mereka hanya tidur sebentar sebelum akhirnya bangun lagi untuk kembali beraktivitas. Akibatnya, otot-otot Anda akan kelelahan dan mengganggu sistem pernapasan Anda.
  • Sinusitis dan Amandel : Mendengkur juga bisa disebakan oleh penyakit seperti sinusitis dan amandel. Sinus dalam hidung akan menghalangi udara masuk lewat hidung. Sementara, pembengkakan amandel akan menghalangi udara untuk melewati tenggorokan dengan lancar.

Mendengkur memicu sejumlah penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung

Mendengkur tidak boleh diremehkan. Gangguan tidur yang dalam istilah kedokteran disebutsleep apnoea itu terjadi akibat penyempitan saluran pernafasan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian.

Pakar gangguan tidur dari Rumah Sakit St George Sidney Australia, Dr. Peter Cistulli, mengatakan, penyempitan saluran pernafasan mengakibatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh terhambat.

Pada tingkat tertentu bisa membuat pernafasan terhenti (obstructive sleep apnoea). Kondisi ini bisa terjadi berulang kali dengan durasi sekitar 10-60 detik. “Dalam semalam orang yang mendengkur bisa berhenti bernafas sesaat sebanyak 300 kali,” kata Cistulli.

Minimnya suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak, bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa, mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak lapisan sel dalam pembuluh darah.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika suara dengkuran terdengar semakin keras, tiba-tiba berhenti, dan disusul hentakan nafas. Kondisi itu memacu organ tubuh, terutama jantung, bekerja lebih keras untuk memasok oksigen. “Dan, saat terbangun biasanya akan merasa sakit kepala dan linglung,” ujarnya.

Mengatasi dengkuran memang tak mudah. Namun, kita bisa meminimalkan gangguan itu dengan sejumlah tips berikut:

1. Tidur miring
Posisi tidur miring akan membuat aliran udara lebih lancar. Sementara tidur telentang atau tengkurap membuat organ pernafasan tertekan dan memicu dengkuran.

2. Kurangi berat badan
Berat badan berlebih menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mendengkur. Lipatan lemak di sekitar leher membuat aliran udara terhambat.

3. Kurangi konsumsi alkohol
Minuman keras dapat melemahkan sistem saraf di bagian rahang dan tenggorokan yang dapat memicu suara dengkuran.

4. Berhenti merokok
Racun yang terkandung dalam rokok memicu gangguan sistem pernafasan yang akhirnya memicu pola tidur mendengkur.

5. Pakai bantal tinggi 
Posisi kepala lebih tinggi dari badan membuat pernafasan menjadi lebih lancar dan mencegah terjadinya dengkuran.

6. Operasi
Bagi penderita sinusitis, amandel, dan kelainan sistem pernapasan lain, mendengkur hanya bisa dihilangkan dengan operasi untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Segerakanlah melakukan operasi sebelum keadaan menjadi semakin parah.

7. Laboratorium Tidur
Laboratorium tidur dilakukan oleh petugas medis seperti dokter dan spesialis untuk mengatasi pasien sleep apnea. Disini, pasien akan diperhatikan dan diteliti mengenai pola tidur dan pola dengkurnya untuk menentukan penanganan berikutnya. Penanganan tersebut bisa berupa pembedahan, dental appliances, atau CPAP (Continous Possitive Airway Pressure). Selama ini, teknik CPAP lah yang terbukti paling efektif untuk menghilangkan kebiasaan tidur mendengkur.

artikel terkait…

artikel terbaru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s